Selasa, 16 Juni 2015

Sekolah itu Mahal Nak

42.Sekolah itu Mahal Nak

Lugu
Ketika Iwan Fals menyebut Oemar Bakrie
Onthel dan tas kulit yang kumal
Mereka tak bicara
Lalu  derajat meningkat sang Oemar Bakrie beroda empat
Bergaji dobel seperti dengan lembur
Ketika halaman parkir sekolah penuh sesak avansa, livina, dan senia
Anak-anak rela parkir sepeda di luar pagar
Oemar Bakrie perlu cuci, ganti olie, cun up, dosmir dan variasi
Anak-anak belajar otomotif
Omar Bakrie takut terkena olie bekas
Praktek servis dan merakit
Bukan roda empat di halaman sekolah
Patungan bertahap
Wali murid mengelus dada
Katanya sekolah itu memang mahal nak.

Rg Bagus warsono







Jakarta Penuh Spanduk

43. Jakarta Penuh Spanduk

Sudut jalan menghadang mata, pintu gang menghalang mata, dan tembok gedung membentur mata.
Spanduk dibentang tali kencang
Memaksa membaca kata
Hurup menyala kata mengajak
Bahkan mencerca
Spanduk mengajari mebaca aksara
Mengeja kata
Membaca cepat
Selintas pandang
Rakyat punya gemar mebaca cepat
Lalu mengingat
Kata penuh penyesalan
Jadi jangan baca spanduk








Bicara Tai Kucing

44.Bicara Tai Kucing

Tai kucing
Tetep tai kucing,
dan  coklat berasa manis
Kecut bau tai kucing berak di pasir
Sampai kering
Tetep tai kucing
Namun tai kambing adalah pupuk organik handal
Yang disukai petani kebun
Membuat subur palawija.
Tuan adalah tai kucing
Omong apa pun tetep tai kucing
Apalagi bicara tai kucing
Taikucing-lah!

Rg Bagus Warsono 2014





Janji Tinggal Janji

45.Janji Tinggal Janji

Jangan percayai
Janji calon bupati gubernur
Dan caleg anggota dewan
Yang berpenampilan dermawan
Sok sosial
Pemimpin keadilan
Pejabat bijaksana
Dan menepati janji.

Terima saja rezeki hari ini
Apapun nanti di bilik suara
Memilih dengan selera
Tangan yang menuruti hati ini.
Janji tinggal janji
Mulut manis
Raja dusta
Yang beda tema di lain situasi.

Rg Bagus Warsono 2014




Fakir Miskin Dipelihara Fakir Miskin

46.Fakir Miskin Dipelihara Fakir Miskin

Di sudut gedung tak berpenghuni, nenek jompo miskin memilah barang bekas
Yang dkumpulkan pemuda miskin yang rajin mengorek-orek bak sampah perumahan pagi hari.
Tak tau besok bagaimana? Neneknya harus makan.
Di sudul lain di kolong jembatan, adik kecil menanti kakanya yang belum lima belas tahun. Hanya sebungkus nasi dan air diderigen, Kakak lagi ngamen di perempatan dan pulang membawa makanan.
Tak ada cita-cita besok mau jadi apa.

Rg Bagus Warsono 2014






Jeruk Makan Salak

47.Jeruk Makan Salak

Silahkan perlu apa
24 jam untuk Anda
Boleh di rumah kantor atau kantor boleh di rumah
Karena sama saja tak ada sembunyi sembunyi
Tak peduli siapa
Wajib perkepala
Setor perkepala
Dan upah perkepala
Aku kok dikenai perkepala
Biar aja karena tak ada teman walau serumah
Tak ada ayah walau sedarah
Tak ada ibu walau sekandung
Jawab dulu
Berani berapa?
Terserah bapa
Terpaksa aku terima
Hari ini kalian bukan jeruk
Tapi salak pun  aku mau


Berapa Harga Camat?

48.Berapa Harga Camat?

Rupanya tuan keliru reformasi negeri
Ini negara Astinasia
Semakin bejad semakin baik
Karena ini negara Astinasia
Dursasana sebagai kepala negara juga panglima
Tak ada jaksa menderita dan hakim sakit kepala
Karena uang segalanya
Obat segala sakit
Tuan kenapa datang?
Kau tak diundang
Karena lapor adalah uang
Dan perkara adalah rezeki
Aku ingin jadi
Sekarang juga SK ditunggu
Dan tanda tanganmu
Sebesar haraga camat.





Harga Sebuah Berita

49. Harga Sebuah Berita

Ada wartawan hari ini
Sampaikan kabar berita aktual
Ada korupsi desa
Dana masyarakat ditilep lurah
Berita sampai di redaksi
Berita dibayar upah kerja
Sore berita perlu sampai
Rakyat desa ingin mendengar
Namun apa dikata
Muncul berita lurah teladan
Ada wartawan hari ini
Menjual kamera
Isi kamera reka kata
Wajah koruptor uang negara
Kamera terjual luar biasa
Seperti harga toko kamera
Ada wartawan hari ini datang ke kantor desa
Tak meminta berita
Tak juga meliput peristiwa
Hanya duduk sambil merokok
Menanti lurah membawa amplop.

Rg Bagus Warsono 2014

Uang Apa Ini!?

50. Uang Apa Ini!?

Ini uang aseli
Uang apa ini?
Ini uang pribadi
Uang apa ini?
Ini uang fie
Uang siapa ini?
Ini uangmu
Dari mana uang ini?
Ini dari sini
Oh…
Ini uang ini
Kesini!
Kesini juga
Di sini
Segini.


Rg Bagus Warsono 2014




Kisah Tukang Stempel

51. Kisah Tukang Stempel

Sabar
Tukang stempel
Di Jalan Pahlawan
Mahasiswa Drop Out
Putus karena tak lulus ujian
Sehari 10 order dikerjakan
Stempel toko
Stempel perusahaan
Stempel penginapan
Stempel biro perjalanan
Tak ada penolakan
Sesuai permintaan

Seribu stempel toko dibuat
Di kota kecil ini
Di jalan pertokoan yang berhadapan
Sampai menuju pasar rakyat
Ada seribu toko
Di buku pesanan Sabar.

Sabar yang sabar
Menyimpan  buku pesanan
Berganti buku habuis halaman

Meningkat order penjualan
Pesanan
Stempel orang kantoran
Dari kota kecil
Di buku pesanan
Ada satu kantor yang butuh Sabar
100 stempel dikerjakan
Katanya
Stempel Sabar memang instan
Setelang mencap lalu dibuang.

Rg Bagus Warsono 2014




52.Tanda Tangan Siapa

Tanda Tangan Siapa

Tanda tangan
Penanda
Tangan siapa
Sidik jari tangan
Siapa tanda tangan
Yang punya tanda tangan
Menggerakan tangan
Untuk tanda tangan
Penanda
Dari tangan tangan
Bertanda tangan
Sidik jari tangan
Siapa menggerakan tangan

Rg Bagus Warsono 2014


53. Kunci Mobil di Meja Bapak

53. Kunci Mobil di Meja Bapak

Tergeletak
Menunggu waktu
Sawroom menunggu kunci bertemu
Hampir seminggu
Libur akhir pecan
Kunci bertahan
Dilihat kawan melambaikan tangan
Sambil menyetir mobil pujaan
Berlibur akhir pekan
Kampung keluarga
Bertemu paman
Putra berhasil di perantauan
Tidak !
Tapi kunci dibawa pulang
Istri bertanya kapan pulang
Ibu mertua tersayang
Mata terpejam membayangkan
Peduli apa omongan orang
Mata terpejam
Hati melayang
Kapan hidup senang
Kalau tidak sekarang
Kunci dipegang
Sowroom ditelpon malam malam.


Rg Bagus Warsono 2014




Aku Lupa Bercermin

54. Aku Lupa Bercermin

Semenjak menginjak negeri Astina
Sebagai warga negara Astina
Dan mendapat didikan Astina
Diangkat menjadi pebesar Astina
Dengan kekuasaan sebatas bidang garapan
Berlaku adat Astina
Setor apa diminta
Sapai perempuan pengganti upeti
Itu biasa
Dan aku biasa antarkan
Sebulan atau sepemanggilan
Aku dipuja raja
Disanjung luar biasa
Walau kelihatan nora
Namun tak mengapa
Asal tuan bahagia


Rg Bagus Warsono 2014


Senin, 15 Juni 2015

55.Banyak Tukang Pajak

55.Banyak Tukang Pajak

Ketika pajak-pajak di target
Dan dilombakan di setiap kelurahan
Hadiah menanti
Sanjungan Bupati
Ketika pajak-pajak dihitung
Dan dievaluasi
Tak ada ganti
Hilang kemana pergi
Sepi sepi.


Rg Bagus Warsono 2014




56.Ganti Bupati

56.Ganti Bupati

Di negeri bohong percuma ganti bupati
Hanya merugi
Karena hendak minta ganti
Bayaran kuli pasang baliho
Menebus sertifikat tergadai
Bayar pinjam sana sini
Rongrongan loyalis
Yang hendak menggerogoti
Kursi-kursi instansi
Mengganti rayap
Menyingkirkan kutu
Di negeri khianat percuma ganti bupati
Keong  berganti wereng
Hanya menggerigiti
Kaum sendiri

Rg Bagus Warsono 2014





57.Ibu Suka Kucing

57.Ibu Suka  Kucing

Sepotong ikan dan nasi bungkus untuk kucing
Dirumah menanti ibu
Tentu dengan susu
Nanti siang
Menunggu ibu pulang
Kucing hitam
tak pernah lucu sejak anakan
kucing lapar melompat pagar
ibu pulang tas sekeranjang
dengan anakan kucing peranakan luar
kucing hitam menggeram
sebelum diusir melompat duluan
Ibu marah
Kucing hitam menatap tajam
Tak usah dipanggil jika tak sayang
Kucing kecil peranakan
Tak mau makan tanpa teman
Kurus dan sakit menanti kematian
Ibu pergi
Anakan kucing melompat pagar.

Rg Bagus Warsono 2014






58.Ada Tuyul di Halaman Kantor

58.Ada Tuyul di Halaman Kantor

Ada tuyul dihalaman kantor
Tengah bermain karet gelang
Dan berhenti menatap tamu datang
Lalu menyelinap kedalam
Laci laci meja
Map dan buku kerja
Sampai pulpen kepala
Halaman kantor tampak asri dihias bunga
Taman kecil sanseviera
Tamu menunggu belakang kantor
Toilet penuh amplop kosong
Ketika keluar kantor
Tuyul sekarang asyik main pimpong.

Rg Bagus Warsono 2014





59.Gula Batu di Cangkir Gerabah dengan Teh Poci

59.Gula Batu di Cangkir Gerabah dengan Teh Poci

untuk satu malam
sepoci tegal
teh jangkar gula batu
di meja lenongan
ala betawi
dengan sorjan Jogya
kaos Madura
serta ukulele
untuk keroncong malam ini
kenikmatan orang-orang tua
untuk menghilangkan rasa
menghibur diri
dan tak mau peduli
dengan ketidak-cocokan hati
Gula batu di cangkir gerabah dengan teh poci
malam ini dan seterusnya
sebuah penghargaan untuk orang-orang tua kita
(rg. Bagus Warsono, 4 Pebruari 2014)



Mengenal Joko Widodo

Mengenal Joko Widodo

Ir. H Joko Widodo lahir di Surakarta 21 Juni 1960 di tahun 2014  ini   umur 54 tahun. Ia lebih  akrab dipanggil Jokowi, putra dari pasangan Noto Mihardjo dan Sujiatmi. Masa kecil Jokowi penuh dengan  kesulitan hidup, ia terpaksa berdagang, mengojek payung, dan jadi kuli panggul untuk mencari sendiri keperluan sekolah dan uang jajan. Saat anak-anak lain ke sekolah dengan sepeda, ia memilih untuk tetap berjalan kaki.

Jokowi, mewarisi keahlian bertukang kayu dari ayahnya, ia sudah pandai mulai menggergaji kayu di umur 12 tahun. Dan sekali-kali ikut membantu ayahnya yang tukang kayu.

Hidup keluarga Jokowi mengalami penggusuran sampai tiga kali. Pengalaman di masa kecil ini mempengaruhi cara berpikirnya dan kepemimpinannya kelak setelah menjadi Walikota Surakarta saat harus menertibkan pemukiman warga.
Setelah menamatkan SMA Jokowi melanjutkan ke Universitas Gajah Mada di Fakultas Kehutanan.
Kesempatan ini dimanfaatkannya untuk belajar struktur kayu, pemanfaatan, dan teknologinya.
Selepas kuliah, ia bekerja di BUMN, namun tak lama memutuskan keluar dan memulai usaha dengan menjaminkan rumah kecil satu-satunya, dan akhirnya berkembang sehingga membawanya bertemu Micl Romaknan, yang akhirnya memberinya panggilan yang populer hingga kini, Jokowi.

Dengan kejujuran dan kerja kerasnya, ia mendapat kepercayaan dan bisa berkeliling Eropa yang membuka matanya. Pengaturan kota yang baik di Eropa menjadi inspirasinya untuk diterapkan di Solo dan menginspirasinya untuk memasuki dunia politik. Ia ingin menerapkan kepemimpinan manusiawi dan mewujudkan kota yang bersahabat untuk penghuninya.

Dengan berbagai pengalaman di masa muda, ia mengembangkan Solo yang buruk penataannya dan berbagai penolakan masyarakat untuk ditertibkan. Di bawah kepemimpinannya, Solo mengalami perubahan dan menjadi kajian di universitas luar negeri.

Branding untuk kota Solo dilakukan dengan menyetujui slogan kota Solo  yaitu "Solo: The Spirit of Java". Langkah yang dilakukannya cukup progresif untuk ukuran kota-kota di Jawa: ia mampu merelokasi pedagang barang bekas di Taman Banjarsari hampir tanpa gejolak untuk merevitalisasi fungsi lahan hijau terbuka, memberi syarat pada investor untuk mau memikirkan kepentingan publik, melakukan komunikasi langsung rutin dan terbuka (disiarkan oleh televisi lokal) dengan masyarakat. Taman Balekambang, yang terlantar semenjak ditinggalkan oleh pengelolanya, dijadikannya taman. Jokowi juga tak segan menampik investor yang tidak setuju dengan prinsip kepemimpinannya.

Sebagai tindak lanjut branding ia mengajukan Surakarta untuk menjadi anggota Organisasi Kota-kota Warisan Dunia dan diterima pada tahun 2006. Langkahnya berlanjut dengan keberhasilan Surakarta menjadi tuan rumah Konferensi organisasi tersebut pada bulan Oktober 2008 ini. Pada tahun 2007 Surakarta juga telah menjadi tuan rumah Festival Musik Dunia (FMD) yang diadakan di kompleks Benteng Vastenburg yang terancam digusur untuk dijadikan pusat bisnis dan perbelanjaan. FMD pada tahun 2008 diselenggarakan di komplek Istana Mangkunegaran.

Pada tanggal 11 Juni 2004, Pakubuwono XII wafat tanpa sempat menunjuk permaisuri maupun putera mahkota, sehingga terjadi pertentangan antara kedua putranya, Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Susuhunan (SDISKS) Paku Buwono XIII dan Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Panembahan Agung Tedjowulan. Selama tujuh tahun ada dua raja yang ditunjuk oleh kedua pihak di dalam satu Keraton. Konflik ini akhirnya mendorong campur tangan pemerintah Republik Indonesia dengan menawarkan dualisme kepemimpinan, dengan Paku Buwono XIII sebagai Raja dan KGPH Panembahan Agung Tedjowulan sebagai wakil atau Mahapatih. Penandatanganan kesepahaman ini didukung oleh empat perwakilan menteri, yaitu Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Pekerjaan Umum serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Namun konflik belum selesai karena beberapa keluarga keraton masih menolak penyatuan ini.
Puncaknya adalah penolakan atas Raja dan Mahapatih untuk memasuki Keraton pada tanggal 25 Mei 2012. Keduanya dicegat di pintu utama Keraton di Korikamandoengan.Jokowi akhirnya berperan menyatukan kembali perpecahan ini setelah delapan bulan menemui satu per satu pihak keraton yang terlibat dalam pertentangan.Pada tanggal 4 Juni 2012 akhirnya Ketua DPR Marzuki Alie menyatakan berakhirnya konflik Keraton Surakarta yang didukung oleh pernyataan kesediaan melepas gelar oleh Panembahan Agung Tedjowulan, serta kesiapan kedua keluarga untuk melakukan rekonsiliasi.
Atas prestasinya, oleh Majalah terkenal di Indonesia Tempo  Joko Widodo terpilih menjadi salah satu dari "10 Tokoh 2008".

Kebetulan di majalah yang sama pula, Basuki Tjahaya Permana,  atau akrab dengan panggilan Ahok pernah terpilih pula dalam "10 Tokoh 2006" atas jasanya memperbaiki layanan kesehatan dan pendidikan di Belitung Timur. Ahok kemudian akan menjadi pendampingnya di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012.

Pada tanggal 12 Agustus 2011, ia juga mendapat penghargaan Bintang Jasa Utama untuk prestasinya sebagai kepala daerah mengabdikan diri kepada rakyat.Bintang Jasa Utama ini adalah penghargaan tertinggi yang diberikan kepada warga negara sipil.

Jokowi diminta secara pribadi oleh Jusuf Kalla untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta  pada Pilgub DKI Jakarta 2012  Karena merupakan kader PDI Perjuangan, maka Jusuf Kalla meminta dukungan dari Megawati Soekarnoputri, yang awalnya terlihat masih ragu. Sebagai wakil, Basuki T Purnama yang saat itu menjadi anggota DPR dicalonkan mendampingi Jokowi dengan pindah ke Gerindra karena Golkar telah sepakat mendukung Alex Noerdin sebagai Calon Gubernur.

Pasangan ini awalnya tidak diunggulkan. Hal ini terlihat dari klaim calon petahana yang diperkuat oleh Lingkaran Survei Indonesia bahwa pasangan Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli akan memenangkan pilkada dalam satu putaran.Selain itu, PKS yang meraup lebih dari 42 persen suara untuk Adang Darajatun,  di pilkada 2007 juga mengusung Hidayat Nurwahid  yang sudah dikenal rakyat sebagai Ketua MPR RI periode 2004-2009. Dibandingkan dengan partai lainnya, PDIP dan Gerindra hanya mendapat masing-masing hanya 11 dan 6 kursi dari total 94 kursi, jika dibandingkan dengan 32 kursi milik Partai Demokrat untuk Fauzi Bowo, serta 18 Kursi milik PKS untuk Hidayat Nur Wahid.Namun LP3ES sudah memprediksi bahwa Jokowi dan Fauzi Bowo akan bertemu di putaran dua.

Hitung cepat yang dilakukan sejumlah lembaga survei pada hari pemilihan, 11 Juli 2012 dan sehari setelah itu, memperlihatkan Jokowi memimpin, dengan Fauzi Bowo di posisi kedua. Pasangan ini berbalik diunggulkan memenangi pemilukada DKI 2012 karena kedekatan Jokowi dengan Hidayat Nur Wahid saat pilkada Walikota Solo 2010 serta pendukung Faisal Basri dan Alex Noerdin dari hasil survei cenderung beralih kepadanya.

Jokowi berusaha menghubungi dan mengunjungi seluruh calon, termasuk Fauzi Bowo,namun hanya berhasil bersilaturahmi dengan Hidayat Nur Wahid dan memunculkan spekulasi adanya koalisi di putaran kedua.Setelahnya, Fauzi Bowo juga bertemu dengan Hidayat Nur Wahid.
Namun keadaan berbalik setelah partai-partai pendukung calon lainnya di putaran pertama, malah menyatakan dukungan kepada Fauzi Bowo.

Menjelang putaran kedua, berbagai survei kembali bermunculan yang memprediksi kemenangan Jokowi, antara lain 36,74% melawan 29,47% oleh SSSG, 72,48% melawan 27,52% oleh INES, 45,13% melawan 37,53% dalam survei elektabilitas oleh IndoBarometer, 45,6% melawan 44,7% oleh Lembaga Survei Indonesia.
Setelah pemungutan suara putaran kedua, hasil penghitungan cepat Lembaga Survei Indonesia memperlihatkan pasangan Jokowi - Ahok sebagai pemenang dengan 53,81%. Sementara rivalnya,Faumendapat 46,19%. Hasil i Bowo Nahrowi Ramli, serupa juga diperoleh oleh Quick Count IndoBarometer 54.24% melawan 45.76%,dan lima stasiun TV.Perkiraan sementara oleh metode Quick Count diperkuat oleh Real Count PDI Perjuangan dengan hasil 54,02% melawan 45,98%, Cyrus Network sebesar 54,72% melawan 45,25%. Dan akhirnya pada 29 September 2012 KPUD DKI Jakarta menetapkan pasangan Jokowi - Ahok sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI yang baru untuk masa bakti 2012-2017 menggantikan Faizi Bowo-Priyanto.
   Jelang Pemilu Legeslatif dan juga Pemilu Presiden 2014 , banyak orang menanti siapa Calon Presiden 2014 pada pemilu Presiden 2014 dari Partai Demokrasi Perjuangan. PDI telah memutuskan bahwa penetapan Capres dari PDIP berada di tangan Ketua Umumnya , Megawati Soepekarnoputri. Warga dan Simpatisan Jokowi mengawatirkan kalau-kalau PDIP tidak mencalonkan Joko Widodo yang sangat diharapkan menjadi Capres.
   Namun Megawati tampak pada saat itu belum memberikan jawaban pasti sehinga banyak uncul berbagai kalangan mendesak PDIP dan Megawati untuk segera menetapkan Joko Widodo sebagai Calon Presiden dari PDIP pada Pemilu Presiden 2014.
   Akhirnya tepat pada tanggal , Megawati Sukarnoputri mengumumkan Calon presiden Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan pada Pemilu Presiden 2014 dengan pemberian mandat kepada Joko Widodo.
   Joko Widodo menerima mandat itu dan mendeklarasikan pencapresannya di Rumah Si Pitung , Marunda Jakarta.

Tidak ada yang menyangka Gubernur DKI Jakarta mendeklarasikan diri siap menjadi calon presiden dari PDI Perjuangan di Rumah Si Pitung, Marunda, Jakarta Utara. Namun, Jokowi mengaku punya alasan mengapa lokasi yang dipilih adalah rumah jagoan Betawi itu.

"Karena ini simbol perlawanan," kata Jokowi pelan, menjawab pertanyaan wartawan, di Rusun Marunda, Jumat (14/3/2014).

"Perlawanan akan apa, Pak?" tanya wartwan.

Namun, Jokowi tidak menjawab. Dia hanya tersenyum saja.

Kemudian, dari Rusun Marunda, Jokowi bersama rombongan langsung berangkat untuk melakukan peletakan batu pertama Waduk Marunda. Tidak terlihat petinggi PDI Perjuangan dalam rombongan tersebut.
*Compas.co 14 Maret 2014
----------------













DAFTAR SASTRAWAN INDONESIA

DAFTAR SASTRAWAN INDONESIA

1.A.A. Navis
2.A.A. Pandji Tisna
3.A.D. Donggo
4.A.Mustofa Bisri
5.A.S. Dharta
6.A.S. Laksana
7.Aam Amilia
8.Abas Sutan Pamuntjak Nan Sati
9.Abdul Hadi WM
10.Abdul Muis
11.Abdul Wahid Situmeang
12.Abdullah Mubaqi
14Achdiat K. Mihardja
15Achmad Munif
13.Abidah el Khalieqy
16Acep Syahril
17Acep Zamzam Noor
18.Adinegoro
19.Afrizal Malna
20.Agam Wispi
21.Agus Noor
22.Agus R. Sarjono
23.Agus Warsono (Rg Bagus Warsono)
24Ahmad Fuadi
25.Ahmad Subbanuddin Alwie
26.Ahmad Tohari
27Ahmad Yulden Erwin
28.Ahmadun Yosi Herfanda
29.Ahmad Mushthofa Bisri
30..Ajip Rosidi
31.AkiSora
32.Akmal Nasery Basral
33.Ali Akbar Navis
34.Alan Hogeland
35.Amal Hamzah
36.Andrea Hirata
37.Andliandri.A.A
38Andrei Aksana
39.Ani Sekarningsih
40.Anis Sholeh Ba’asyin
41.Anwar Putra Bayu
42.Aoh K. Hadimadja
43.Arafat Nur
44.Ari Pahala Hutabarat
45.Ari Setya Ardhi
46.Arie MP Tamba
47.Ariel Heriyanto
48.Arif B. Prasetyo
49.Arifin C. Noer
50.Armijn Pane
51.Arswendo Atmowiloto
52.Arami Kasih
53.Asep S. Sambodja
54.Asma Nadia
55.Asrul Sani
56.Asbari Nurpatria Krisna
57.Aslan Abidin
58.Ayatrohaedi
59Ayu Utami
60.B. Rahmanto
61.Badaruddin Amir
62.Badui U. Subhan
63.Bagus Burham
64.Bagus Hananto
65.Bagus Putu Parto
66.Bambang Set
67.Beni R. Budiman
68.Beni Setia
69.Beno Siang Pamungkas
70.Binhad Nurrohmat
71.Bokor Hutasuhut
72.Bonari Nabonenar
73.Bondan Winarno
74.Budi Darma
75.Budi P. Hatees
76.Budiman S. Hartoyo
77.Cecep Syamsul Hari
78.Chunel
79.Clara Ng
80.Cucuk Espe
81.D. Zawawi Imron
82.Dahta Gautama
83.Darman Moenir
84.Darmanto Jatman
85.Damhuri Muhammad
86.Danarto
87.Dad Murniah
88.Dami N. Toda
89.Daniel Mahendra
90.Dea Anugrah
91.Dewi Lestari
92.Dharmadi
93.Dian Hardiana
94.Djamil Suherman
95.Djenar Maesa Ayu
96.Dian Hartati
97.Diani Savitri
98.Dimas Arika Mihardja
99.Dina Oktaviani
100.Djamil Suherman
101.Dody Sam Yusuf
103.Donny Dhirgantoro
104.Dorothea Rosa Herliany
105.Djenar Maesa Ayu
106.Dyah Merta
107.Dyah Setyawati
108.Edy Firmansyah
109.Eka Budianta
110.Eka Kurniawan
111.Eko Tunas
112.Emha Ainun Nadjib
113.Endik Koeswoyo
114.Faruk HT
115.Fendi Kachonk
116.Fina Sato
117.FX Rudi Gunawan
118.Gazali Burhan Rijodja
119.Gatotkoco Suroso
120.Gerson Poyk
121.Godi Suwarna
122.Goenawan Mohammad
123.Gola Gong
124.Gus tf Sakai
125.H.B. Jasin
126.HR Bandaharo
127.Habiburrahman El Shirazy
128.Hamid Jabbar
129.Hamka
130.Hamsad Rangkuti
131.Hartojo Andangdjaja
132.Helvy Tiana Rosa
133.Herlinatiens
134.Herman J. Waluyo
135.Hersri Setiawan
136.Herdoni Syafriansyah
138.Ibnu Wahyudi
139.Ibrahim Sattah
140.Idrus
141.Iggoy el Fitra
142.Ikhwan Al Amin
143.Indra Cahyadi
144.Indra Tranggono
145.Intan Paramaditha
146.Imam Muhtarom
147.Ipon Bae
148.Irfan Hidayatullah
149.Irman Syah
150.Isbedy Stiawan ZS
151.Iswadi Pratama
152.Iwan Simatupang
153.Iyut Fitra
154.J.E. Tatengkeng
155.Jack Efendi
156.Jakob Sumardjo
157.Jamal D Rahman
158.Jamal T. Suryanata
159.Jatmika Nurhadi
160.Jeffry Alkatiri
161.Joni Ariadinata
162.Joshua Lim
163.Joko Pinurbo
164.Jose Rizal Manua
165.Jumari HS
166.Korrie Layun Rampan
167.Kriapur
168.Kuntowijoyo
169.Kurnia Effendi
170.Kusprihyanto Namma
171.Kuswinarto
172.Kwee Tek Hoay
173.Leila S. Chudori
174.Linda Christanty
175.Linus Suryadi AG
176. Lukman A Sya
178.M.Aan Mansyur
179.M. Rozaq Triyansyah
180.M. Shoim Anwar
181.Mahbub Junaedi
182.Mahmud Jauhari Ali
183.Maman S. Mahayana
184.Mansur Samin
185.Marah Roesli
186.Marga T
187.Marsetio Hariadi
188.Marianne Katoppo
189.Martin Aleida
190.Max Ariffin
191.Marsetio Hariadi
192.Mawie Ananta Jonie
193.Medy Loekito
194.Melani Budianto
195.Mochtar Lubis
196.Mohammad Diponegoro
197.Moch Satrio Welang
198.Motinggo Busye
199.Muhammad Asqalani eNeSTe
200.Muhammad Rois Rinaldi
201.Muhary Wahyu Nurba
202.Mukti Sutarman
203.Mustofa Bisri
204.Mh. Rustandi Kartakusuma
205.Muhammad Kasim
206.Mukti Sutarman Espe
207.Mutmainna
208.Mustafa W. Hasyim
209.Marsetio Hariadi
210.Marsetio Hariadi
211.Nanang Anna Noor
212.Nanang Suryadi
213.Nasjah Djamin
214.Nazaruddin Azhar
215.Nenden Lilis A
216.Nenek Mallomo
217.Ngarto Februana
218.Nh. Dini
219.Nirwan Ahmad Arsuka
220.Nirwan Dewanto
221.Noorca M. Massardi
222.Nova Riyanti Yusuf
223.Novy Noorhayati Syahfida
224.Nugroho Notosusanto
225.Nurochman Sudibyo.YS
226.Nur Sutan Iskandar
227.Nur Wahida Idris
228.Nyoo Cheong S
229.Ook Nugroho
230.Oyos Saroso HN
231.Palti R Tamba
232.Pamusuk Eneste
233.Panji Utama
234.Parakitri T Simbolon
235.Putu Oka Sukanta
236.Piek Ardijanto Soeprijadi
237.Pipiet Senja
238.Pramoedya Ananta Toer
239.Primadonna Angela
240.Putu Oka Sukanta
241.Putu Wijaya
242.Rachmat Djoko Pradopo
243.Rachmat Nugraha
244.Radhar Panca Dahana
245.Raditya Dika
246.Remy Silado
247.Ragdi F. Daye
248.Ramadhan K.H.
249.Ratih Kumala
250.Ratna Indraswari Ibrahim
251.Raya Langit Rokibbah
252.Rayani Sriwidodo
253.Raudal Tanjung Banua
254.Rieke Diah Pitaloka
255.Rifan Khoridi
256.Rifai Apin
257.Riki Dhamparan Putra
258.Rijono Pratikto
259.Riris K. Sarumpeat
260.Rosihan Anwar
261.Roudloh Fathurrohman
262.Rukmi Wisnu Wardani
263.Ruli NS
264.Rusman Sutiasumarga
266.Saeful Badar
267.Sam Haidy
268.Sang Bayang
269.Sanusi Pane
270.Sapardi Djoko Damono
271.Sarabunis Mubarok
272.Saut Situmorang
273.Selasih/Seleguri
274.Seno Gumira Ajidarma
275.Sholeh UG
276.Sindhunat
277.Sitok Srengenge
278.Sitor Situmorang
279.Sindhunata
280.Sirajuddin Sudirman
281.Slamet Sukirnanto
282.SM Ardan
283.SN Ratmana
284.Sobron Aidit
285.Soe Hok Gie
286.Soekanto SA
287.Sonny H. Sayangbati
288.Sony Farid Maulana
289.Sori Siregar(Sori Sutan Sirovi Siregar)
290/Sosiawan Leak Seno
291.S. Sinansari ecip
292.Subagio Sastrowardoyo
293.Sukasah Syahdan
294.Suman Hs
295.Suminto A Sayuti
296.Sunaryo Basuki Ks
297.Sunlie Thomas Alexander
298.Suparto Brata
299.Sutan Iwan Sukri Munaf
300.Sutan Takdir Alisyahbana
301.Sutardji Calzoum Bachri
302.Sutikno WS
303.Suwarsih Djojopuspito
304.S. Yoga
305.Tajuddin Noor Gani
306.Tandi Skober
307.Tatang Sontani
308.Taufiq Ismail
309.Taufik Ikram Jamil
310.T. Firman Andiatno
311.Teguh Winarso AS
312.Tendy Faridjan
313.Timur Sinar Suprabana
314.Titie Said
315.Titiek WS
316.Titis Basino
317.Toety Heraty Nurhadi
318.Toha Mochtar
319.Toto ST. Radik
320.Toto Sudarto Bachtiar
321.Tri Astoto Kodarie
322.Trisno Sumardjo
323.Trisnojuwono
324.Triyanto Triwikromo
325.Trio Danu Kumbara326.Tulis Sutan Sati
327.T. Wijaya
328.Udo Z. Karzi
329.Ugoran Prasad
330.Umar Junus
331.Umar Kayam
332.Umar Nur Zain
333.Umbu Landu Paranggi
334.Usmar Ismail
335.Utuy Tatang Sontani
336.Viddy AD Daery
337.Wahyu NH. Al Aly
338.Wahyu Prasetya
339.Wan Anwar
340.Wayan Sunarta
341.Widjati
342.Widji Thukul
343.Wisnu Sujianto
344.Wisran Hadi
345.W. Hariyanto
346.Widji Thukul
347.W.S. Rendra
348.Wowok Hesti Prabowo
349.Y.B.Mangunwijaya
350.Yonathan Rahardjo
351.Yudhistira ANM Massardi
352.Yusach Ananda
353.Y. Thendra BP
354.Y. Wibowo
355.Zainal Afif
356.Zainuddin Tamir Koto
357.Zen Hae
358.Zen Ibrahim
359.Zoya Herawati
                                               __________




BIODATA PENULIS

BIODATA PENULIS
Rg. Bagus Warsono (Agus Warsono)
Lahir dengan nama Rg.Bagus Warsono lebih dikenal dengan Agus Warsono, SPd.MSi, dikenal sebagai sastrawan dan pelukis Indonesia. Lahir Tegal 29 Agustus 1965. Ayahnya seorang guru yang bernama Rg. Yoesoef Soegiono, (trah Ronggo Kastuba). Sejak kecil sudah senang membaca. Usia 10 tahun sudah menamatkan Api Dibukit Menoreh karya SH Mintardja. Kegemaran membaca ini sampai mendirikan Himpunan Masyarakat Gemar Membaca (1999). Mulai masuk Sekolah  tinggal di Indramayu.Mengunjungi SDN Sindang II, SMP III Indramayu, SPGN Indramayu, (S1) STIA Jakarta , (S2) STIA Jakata. Tulisannya tersebar di berbagai media regional dan nasional. Redaktur Ayokesekolah.com. Pengalaman penulisan pernah menjadi wartawan Mingguan Pelajar, Gentra Pramuka, Rakyat Post, dan koresponden di beberapa media pendidikan nasional. Anggota PWI Cabang Jawa barat. 
Karya antara lain: 1. Rumahku di Tepi Rel Kereta Api (Kumpulan cerpen anak 1992), 2. Menanti hari Esok (antologi puisi), 3. Mata Air (antologi puisi), 4. Bunyikan Aksara Hatimu  (antologi puisi), 5. Si Bung (antologi puisi), 6. Jangan Jadi sastrawan (antologi puisi), 7. Jakarta Tak Mau Pindah (antologi puisi)
Antologi bersama : 1. Puisi Menolak Korupsi (PMK II),
2. Tifa Nusantara 2013
Cergam antara lain :1. Si Kacung Ikut Gerilya, 2. Kopral Dali, 3. Pertempuran Heroik Di Ciwatu, 4. Pertempuran Selawe, 5. Si Jagur, 6. Panglima Indrajaya, 7. Endang Dharma, 8. Laskar Wiradesa.
Penghargaan: 1. Karya Tulis Terbaik (PGRI Jabar 1996), 2. Penghargaan Cerita Anak Depdiknas 2004.