Selasa, 16 Juni 2015

Sekolah itu Mahal Nak

42.Sekolah itu Mahal Nak

Lugu
Ketika Iwan Fals menyebut Oemar Bakrie
Onthel dan tas kulit yang kumal
Mereka tak bicara
Lalu  derajat meningkat sang Oemar Bakrie beroda empat
Bergaji dobel seperti dengan lembur
Ketika halaman parkir sekolah penuh sesak avansa, livina, dan senia
Anak-anak rela parkir sepeda di luar pagar
Oemar Bakrie perlu cuci, ganti olie, cun up, dosmir dan variasi
Anak-anak belajar otomotif
Omar Bakrie takut terkena olie bekas
Praktek servis dan merakit
Bukan roda empat di halaman sekolah
Patungan bertahap
Wali murid mengelus dada
Katanya sekolah itu memang mahal nak.

Rg Bagus warsono







Jakarta Penuh Spanduk

43. Jakarta Penuh Spanduk

Sudut jalan menghadang mata, pintu gang menghalang mata, dan tembok gedung membentur mata.
Spanduk dibentang tali kencang
Memaksa membaca kata
Hurup menyala kata mengajak
Bahkan mencerca
Spanduk mengajari mebaca aksara
Mengeja kata
Membaca cepat
Selintas pandang
Rakyat punya gemar mebaca cepat
Lalu mengingat
Kata penuh penyesalan
Jadi jangan baca spanduk








Bicara Tai Kucing

44.Bicara Tai Kucing

Tai kucing
Tetep tai kucing,
dan  coklat berasa manis
Kecut bau tai kucing berak di pasir
Sampai kering
Tetep tai kucing
Namun tai kambing adalah pupuk organik handal
Yang disukai petani kebun
Membuat subur palawija.
Tuan adalah tai kucing
Omong apa pun tetep tai kucing
Apalagi bicara tai kucing
Taikucing-lah!

Rg Bagus Warsono 2014





Janji Tinggal Janji

45.Janji Tinggal Janji

Jangan percayai
Janji calon bupati gubernur
Dan caleg anggota dewan
Yang berpenampilan dermawan
Sok sosial
Pemimpin keadilan
Pejabat bijaksana
Dan menepati janji.

Terima saja rezeki hari ini
Apapun nanti di bilik suara
Memilih dengan selera
Tangan yang menuruti hati ini.
Janji tinggal janji
Mulut manis
Raja dusta
Yang beda tema di lain situasi.

Rg Bagus Warsono 2014




Fakir Miskin Dipelihara Fakir Miskin

46.Fakir Miskin Dipelihara Fakir Miskin

Di sudut gedung tak berpenghuni, nenek jompo miskin memilah barang bekas
Yang dkumpulkan pemuda miskin yang rajin mengorek-orek bak sampah perumahan pagi hari.
Tak tau besok bagaimana? Neneknya harus makan.
Di sudul lain di kolong jembatan, adik kecil menanti kakanya yang belum lima belas tahun. Hanya sebungkus nasi dan air diderigen, Kakak lagi ngamen di perempatan dan pulang membawa makanan.
Tak ada cita-cita besok mau jadi apa.

Rg Bagus Warsono 2014






Jeruk Makan Salak

47.Jeruk Makan Salak

Silahkan perlu apa
24 jam untuk Anda
Boleh di rumah kantor atau kantor boleh di rumah
Karena sama saja tak ada sembunyi sembunyi
Tak peduli siapa
Wajib perkepala
Setor perkepala
Dan upah perkepala
Aku kok dikenai perkepala
Biar aja karena tak ada teman walau serumah
Tak ada ayah walau sedarah
Tak ada ibu walau sekandung
Jawab dulu
Berani berapa?
Terserah bapa
Terpaksa aku terima
Hari ini kalian bukan jeruk
Tapi salak pun  aku mau


Berapa Harga Camat?

48.Berapa Harga Camat?

Rupanya tuan keliru reformasi negeri
Ini negara Astinasia
Semakin bejad semakin baik
Karena ini negara Astinasia
Dursasana sebagai kepala negara juga panglima
Tak ada jaksa menderita dan hakim sakit kepala
Karena uang segalanya
Obat segala sakit
Tuan kenapa datang?
Kau tak diundang
Karena lapor adalah uang
Dan perkara adalah rezeki
Aku ingin jadi
Sekarang juga SK ditunggu
Dan tanda tanganmu
Sebesar haraga camat.